Minggu, 25 Desember 2011

Ruby Glass Composite - masihkah bisa disebut RUBY ?


Ruby Glass Composite - masihkah bisa disebut RUBY ???

Sejak muncul pertama di Chantabury tahun 2003 atau hampir 10 tahun yang lalu, jenis treated ruby satu ini memang bikin heboh market batumulia. Dalam kurun waktu tidak sampai satu tahun, market batumulia di seluruh dunia dibanjiri oleh produk yang dikenal dengan nama "African Ruby". Awalnya market menerima dengan antusias, karena "real ruby" memang semakin sulit ditemukan sementara kebutuhan akan ruby memang tidak pernah surut.

Eksotisme merah ruby, memang tidak bisa digantikan oleh batumulia manapun.
Namun seiring dengan perjalanan waktu, pertumbuhan lead glass-ruby ini menjadi menggelisahkan sebagian kalangan. Terutama mereka yang concern akan originality atau authenticity gemstone. Mereka "sang pembela" RUBY menemukan fakta yang tidak fair, dimana para penjual tidak mencantumkan "disclosure" atau keterangan yang menyebutkan fakta ruby yang mereka jual, dan sebalikya pembeli juga tidak mengetahui fakta ruby yang mereke beli.

Faktanya, lead glass filled RUBY yang mereka beli sebenarnya adalah composite atau campuran dari ruby dengan lead glass yang (1) kekerasannya dibawah kekerasan natural Corundum, karena kekerasan lead glass berkisar 4-6 Mohs (2) warna bisa ditambahkan pada lead glass sehingga warna sudah tidak natural Ruby. Bahkan market batumulia di Indonesia sejak tahun 2009 sudah dimasuki lead glass orange sapphire - yaitu jenis composite corundum, dimana lead glass nya sudah ditambah dengan warna orange; Fakta ke (3) jenis lead glass filled Ruby maupun Orange, durabilitasnya tidak seperti natural Corundum. Fakta ini semakin nampak, ketika campuran lead glass dalam Corundum mencapai lebih dari 50 persen, dan ini dicirikan dengan warna yang rich purplish hingga rich pinkish pada ruby maupun orange Sapphire.

Jadi, kalau anda membeli lead glass ruby maupun lead glass orange sapphire; dan composisi lead glass-nya lebih dari 50 persen; warna merah maupun orange-nya adalah warna tambahan ; apakah gemstone yang anda beli, masih pantas disebut dengan RUBY ....? atau ORANGE SAPPHIRE....???


26 Desember 2011

ikuti juga diskusi di :
http://www.jckonline.com/2011/12/21/beware-glass-filled-ruby-trade-warns
dan
http://www.linkedin.com/groupItem?view=&srchtype=discussedNews&gid=87810&item=86346169&type=member&trk=eml-anet_dig-b_pd-ttl-cn&ut=3zyrvDx7SJXl01

5 komentar:

  1. menurut saya ya lihat NECCESSITY saja lah, kalau memang suka dengan ruby lead glass ya no problem,, ada budget tinggi dan pengetahuan lebih ya pilih yang natural NTE.. selesai.. karena bukan LUXURY prices kok.. tapi neccessity saja..
    tidak bisa di JUDGE ini itu, dikatakan ruby atau bukan.. toh semua Punya PENIKMAT masing2..
    Ini mulai mengarah ke pembentukan OPINI soalnya.. artikel anda tidak obyektif..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih, bukan bermaksud tidak obyektif, tetapi sekedar warnjng supaya konsumen tahu tentang permata yg mereka beli. Faktanya, sekarang ini (08/2014) market di Indonesia juga sudah dibanjiri dengan blue sapphire dan green sapphire dengan treatment yang sama dengan di ruby. Lebih dikenal dengan cobalt-doped glass filled sapphire..

      Hapus
  2. Terima kasih pak.. Info nya sangat bermanfaat sekali buat panduan saya untuk membeli batu ruby permata pertama yang akhirnya jatuh pada ruby glass filled, tergantung budget dan kebutuhan juga yang tidak terlalu memikirkan gengsi.. tapi pada akhirnya pengen beli yang asli aja deh yang murah opaque tapi gak ada kacanya, kalo dipikir2 batu ada kacanya gitu kemungkinan bisa kurang awet ke depannya, mungkin..
    Kunjungi juga web kami toko online batu natural ruby

    BalasHapus
  3. Ruby yg glass filled apakah kalau dimasukkan ke dalam air di gelas,air itu juga akan ikut merah?seperti ruby NTE

    BalasHapus