RUBYMungkin sembilan puluh sembilan persen dari mereka yang senang dengan permata pernah dengar nama ini. Rubi jadi ikon untuk batupermata berwarna merah, bahkan orang juga suka mengaitkan warna merah dengan merah rubi. Tak heran, sebab warna merah rubi sangat khas dan diantara batupermata lainnya emang nggak ada tandingannya.
Ruby seperti halnya sapphire dan emerald, hampir semuanya sudah mengalami perlakuan atau treatments (beberapa menyebutnya sebagai enhancements). Perlakuan ini diperlukan untuk menambah daya tahan batupermata terhadap goresan, kadang juga untuk menutup atau mengisi retakan dalam batupermata, atau bertujuan untuk menambah atau justru mengurangi intensitas warna batupermata. Apa pun bentuk treatmentsnya, yang penting batupermatanya tetap asli / natural dan treatmentsnya mampu bertahan lama alias permanen.
Di pasar sekarang mulai beredar apa yang disebut dengan istilah Rubi Afrika, dan yang terbaru sekarang ada jenis Rubi Mozambik. Tampilan kedua ruby ini sangat cantik, warnanya bisa merah darah sampai dengan merah semu pink. Kalau dulu selalu di-cutting cabochon, sekarang mulai masuk rubi afrika dengan cutting faset atau brilliant cut. Tetapi ada yang beda pada rubi jenis ini, terutama pada inklusinya. Salah satu cirinya adalah kenampakan seperti seperti kabut atau kadang seperti
sulur-sulur yang berwarna semu biru, dan adanya gelembung udara yang terperangkap di dalam rubi ini.![]() |
| irredescent silk pada ruby glass composite |
![]() |
| trapped of elongated gas bubbles |
Pada gelembung udara yang berbentuk bulat, umumnya nampak garis seolah-olah sejajar dengan outline gelembung udaranya (double line). Inklusi natural gas bubble dapat terjadi pada Obsidian, dengan kenampakan sama dengan gelembung udara yang terperangkap pada jenis ruby glass composite.
![]() |
*) untuk lebih detil tentang ruby glass composite liat di:
www.gia.edu/research-resources/news.../Ruby-Glass_Composites.pdf


